Postingan

Menampilkan postingan dengan label Anggie Loutze

when it's gone we feel

Never regret his presence ... Do not ever cry about his departure ... Maybe it was all the twist ILLAHI RABBI ... Do not regret what has gone ... But regret was for the meeting and be grateful for the reprieve from further SINS ... If she is your match ... Trust me he's not going anywhere ... Believe departure only to fix his past ... Believe that a mate had written diLAUHUL Mahfouz .... If he is then the choice will be reunited because it had provisions HIS ... But if he is not your match . , To what extent and how strong you are doing something ... Whatever you do will be united . If you can also conquered his love but not her heart .. And if you keep any Marry WHY then his life would not be HAPPY ... Keep it feels BLAND because his heart adrift OTHER NAME ... And that there is in fact meaningless lived only regret that comes with passion ... Friends of choice seek and marry for love lillahi ta'ala ... And ask Him blessing before going any further ... Frie...

Ah, yang pentingkan hatinya!

Banyak syubhat di lontarkan kepada kaum muslimah yang ingin berjilbab. Syubhat yang 'ngetrend' dan biasa kita dengar adalah " Buat apa berjilbab kalau hati kita belum siap, belum bersih, masih suka 'ngerumpi' berbuat maksiat dan dosa-dosa lainnya, percuma dong pake jilbab! Yang penting kan hati! lalu tercenunglah saudari kita ini membenarkan pendapat kawannya tadi. Syubhat lainnya lagi adalah " Liat tuh kan ada hadits yang berbunyi: Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk(rupa) kalian tapi Allah melihat pada hati kalian..!. Jadi yang wajib adalah hati, menghijabi hati kalau hati kita baik maka baik pula keislaman kita walau kita tidak berkerudung!. Benarkah demikian ya ukhti,, ?? Saudariku muslimah semoga Allah merahmatimu, siapapun yang berfikiran dan berpendapat demikian maka wajiblah baginya untuk bertaubat kepada Allah Ta'ala memohon ampun atas kejahilannya dalam memahami syariat yang mulia ini. Jika agama hanya berlandaskan pada akal dan peras...

Bila Hubungan Jalan di Tempat

Cinta memang melenakan. Tak peduli cinta itu terlarang atau bukan, atau cinta yang berbatas tembok tebal, bagi yang menjalaninya cinta tetaplah sebuah keindahan. Tak pernah ada yang bisa menduga kapan datangnya cinta. Namun, Anda menyadari bahwa tak akan selamanya Anda berdua seiring sejalan. Ada batas yang jadi pemisah. Bisa perbedaan keyakinan, status, intervensi orangtua yang kelewat besar dalam hal perjodohan, atau mungkin komitmen di awal yang menegaskan kalian tidak ingin menikah. Jika menjalani hubungan yang jalan di tempat seperti ini, Anda mungkin akan berada pada posisi yang serba salah. Mau lari menjauh dari dirinya, Anda tak kuasa. Sebaliknya, dilanjutkan pun Anda takut menanggung risiko yang bakal terjadi nantinya. Apa yang sebaiknya dilakukan? "LET IT FLOW" Hampir semua orang menyenangi sesuatu yang bisa memacu adrenalin. Mungkin Anda hanya satu dari sekian banyak perempuan yang selalu berminat pada pria-pria yang tidak bisa dimiliki. Bagi Anda, berpac...

Bahagia Bikin Panjang Umur

TETAPLAH  senandungkan lagu Don't Worry Be Happy . Lagu yang tenar di era 80- an ini ternyata benar adanya. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa merasakan kebahagiaan membuat hidup bakal lebih awet dan lama. "Kebahagiaan tidak menyembuhkan, tetapi melindungi kita dari penyakit." ujar Ruut Veenhoven dari Universitas Erasmus di Rotterdam dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan bulan depan. Setelah  meninjau kembali 3 penelitian yang telah dilakukan di berbagai belahan dunia selama periode hingga 30 tahun, profesor asal Belanda ini mengatakan bahwa efek bahagia pada panjang umur  itu sama dengan kalau kita membandingkan antara orang yang merokok dengan yang tidak merokok. Merasa bahagia, katanya, dapat memperpanjang usia antara 7,5 hingga 10 tahun. Temuan ini membawa pada sebuah pertanyaan baru yang cukup sulit dijawab, yakni soal penyebab bahagia. Apa yang bisa membuat seseorang bahagia. Dan terkait dengan pertanyaan ini, perlu kita cermati gejala yang men...

ANTARA CINTA DAN NAFSU

Banyak muda-mudi jaman sekarang yang asyik masyuk terseret dalam pergaulan bebas. Pacaran seolah menjadi budaya. Pacaran menjadi nuansa bagi mereka untuk menuangkan rasa cinta pada sang kekasih. Rasa rindu ingin bertemu selalu menghantui mereka, para remaja yang sedang dimabuk cinta. Malangnya, ajang bercengkerama dua anak manusia berlainan jenis (bukan muhrim) ini lebih digemari dari pada membaca buku-buku motivasi atau kegiatan positif lainnya. Lebih malang lagi, tontonan sinetron-sinetron di televisi lebih memperparah lagi keadaan ini. Tak dapat dipungkiri lagi, di masa sekarang, ada keprihatinan mendalam di balik fenomena itu. Dengan “mengatasnamakan cinta”, muda-mudi itu banyak yang lupa akan batasan-batasan yang digariskan agama. Melalui ajang yang disebut pacaran itu, terjadilah sebuah interaksi intensif dari perasaan saling suka, sering bertemu, dan seterusnya yang berujung pada terjadinya berbagai kontak fisik dalam kesempatan yang sepi berdua. Tak jarang mereka sampai ter...

Anda Kege-eran Enggak, Ya?

  Mungkin Anda sering berada di situasi yang membuat Anda merasa ada seseorang yang sedang memberi perhatian lebih. Anda yakin seratus persen dia mengirimkan sinyal cinta. Tapi benarkah? Bukannya mengecilkan insting Anda. Masalahnya, sering kali perempuan salah mengartikan keramahan dan kebaikan seorang pria. Saat dia merespon kebaikan kita, kita sering mengartikan kebaikannya sebagai respon positif bahwa dia ingin menjalin hubungan. Padahal, belum tentu. Inilah situasi yang biasanya membuat kita, kaum perempuan kege-eran.  - MENGAJAK PULANG BARENG Di antara banyak rekan pria di kantor, ada satu orang yang sering mengajak Anda pulang bersama. Meski Anda sibuk dan harus pulang telat, dia rela menunggu Anda hingga kelar. Ketika dia melihat Anda membawa dua tas, dia pasti menawarkan bantuan membawakan. Sesekali, Anda merasa ajakan dan perlakuannya adalah hal biasa. Namun, lama-kelamaan Anda merasa curiga dia menyukai Anda. Benarkah? Pengakuan Mereka: “Wah, belum tent...

Antara Sabar dan Mengeluh

Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya. "Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu,tidak lain pasti k a r e na tidak pernah risau dan bersedih hati." Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, "Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini." Abu Hassan bertanya, "Bagaimana hal yang merisaukanmu ?" Wanita itu menjawab, "Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku, maukah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah ...

Penemu Asli Telepon

penemu asli telepon ''Antonio Meucci'' Antonio Santi Giuseppe Meucci, (lahir 13 April 1808 – meninggal 18 Oktober 1889 pada umur 81 tahun) adalah seorang penemu berkebangsaan Italia yang penemuannya merupakan alat komunikasi modern yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekarang ini untuk kehidupan sosial yaitu telepon. Umumnya penemu telepon yang lebih dikenal masyarakat adalah Alexander Graham Bell, tetapi sepertinya sejarah harus ditulis ulang karena adalah seorang imigran dari Firenze (Florence), Italia yang bernama Antonio Meucci yang telah menciptakan telepon pada tahun 1849 dan mematenkan hasil karyanya pada tahun 1871. Antonio Meucci lahir di San Frediano, dekat kota Firenze pada tahun 1808. Dia adalah lulusan Akademi Kesenian Firenze, lalu bekerja di Teatro della Pergola sampai tahun 1835, dan kemudian ditawari pekerjaan di Teatro Tacon in Havana, Kuba dan berimigrasi di sana bersama istrinya. Pada waktu senggangnya Antonio Meucci suka melakukan penyeli...

CEMBURU??

CEMBURU? Wajar-wajar saja, kok. Dengan catatan, tak berlebihan atau cemburu buta. Komunikasi, itu kunci utamanya. Cemburu itu bumbunya cinta. Begitu kata orang. Makanya kalau suami atau istri tak pernah dihinggapi rasa cemburu, bisa jadi pasangannya malah bertanya-tanya di dalam hati, "Sebenarnya dia cinta, enggak, sih, sama aku?" Bahkan, saking ingin menguji kadar cinta pasangan, ada istri atau suami yang sengaja bikin ulah agar pasangannya cemburu.  Cemburu alias jealousy, kata ahli, adalah perasaan takut kehilangan seseorang yang kita miliki atau perasaan takut kalau-kalau hubungan dengan seseorang yang kita cintai terancam. Misalnya, istri langsung panik atau bereaksi berlebihan ketika dirasanya sang suami berhubungan dengan wanita lain. "Ia merasa ikatan perkawinannya akan goyah atau bahkan terlepas begitu tahu suaminya punya hubungan dengan wanita lain," tutur Dra. Psi. Zamralita dari Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara Jakarta. Seb...

Anak Muda Pacaran, Hanya Lihat Sisi Senangnya Saja

Seorang psikolog dari Semarang menyatakan, rata-rata anak muda di Indonesia dalam berpacaran hanya melihat sisi kesenangannya saja, dan tidak melihat sisi lainnya.      "Di kalangan anak muda, rata-rata mereka berpacaran sering tidak melihat sisi lainnya, yang dilihat hanya kesenangan semata. Selain itu banyak anak muda ketika berpacaran sering termakan oleh kata cinta, padahal pacaran yang sehat itu tidak hanya berdasar pada cinta semata,"  kata dr. Hastaning Sakti, psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Semarang, Sabtu. Hasta, begitu panggilan akrabnya, mengatakan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam Road Show Diponegoro Care Centre (DCC) di kampus Psikologi Undip. Pada kesempatan ini Ia juga mengeluhkan dalam berpacaran anak muda saat ini sering menjurus pada hubungan seks di luar nikah yang berakibat pada kehamilan yang tidak diinginkan.     Selain itu, ia menambahkan, sebaiknya anak muda haru...

LDR: JAUH DI MATA DEKAT DI HATI

Terbanglah Menjemput Cinta Sejatimu... Menjalin cinta dengan kekasih yang berada di dekat kita mungkin hal biasa. Kita bisa sering bertemu dan bertatap muka. Bisa langsung mengetahui keadaan si dia, melihat ekspresi wajah, senyum manis, dan gerak tubuhnya secara langsung. Kita bisa pergi bersama untuk membina keakraban. Namun akan lain ceritanya jika kekasih atau pasangan kita berada jauh dari tempat tinggal kita dan tidak bisa bertemu seintens jika jarak tak lagi memisahkan. Demikian juga dengan keadaan pasangan suami istri yang terpisah oleh jarak yang membentang, mungkin karena alasan pekerjaan, tugas dinas, dan lain-lain. Tentu ini membutuhkan sesuatu yang berbeda. LDR atau Long Distance Relationship tak bisa dihindari sering terjadi di antara kita. Jalinan cinta jarak jauh ini mewarnai kisah cinta umat manusia, meski tidak semua orang mengalaminya. Beberapa pasangan mungkin akan kesulitan membina hubungan cinta yang serius atau menjalani kehidupan rumah tangga dengan orang y...